Hubungan Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah
Orang yang mengesankan Allah secara rububiyah namun tidak mengesakan-Nya secara uluhiyah, maka dianggap belum menjadi orang yang bertauhid sampai dia mengesakan-Nya secara uluhiyah
Orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, mereka juga mengakui bahwa Allah Ta'ala adalah Pencipta dan Pengatur alam semesta. Akan tetapi hal itu tidak lantas memasukkan mereka ke dalam Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala,
"Katakanlah, "Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Tentu, mereka akan menjawab, "Allah." Maka katakanlah, 'Mengapa kalian tidak bertakwa kepada-Nya" (Yunus [10]: 31)
Orang yang mengakui tauhid rububiyah, maka dia juga harus mengakui tauhid uluhiyah
Allah Ta'ala berfirman,
"Hai manusia, sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian agar kalian bertakwa. Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian, karena itu janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui." (Al-Baqarah [2]: 21-22).
Allah memerintahkan mereka untuk mengakui Tauhid Uluhiyah, yaitu beribadah kepada-Nya. Allah menyangga mereka melalui tauhid ini, dimana hujjahnya adalah penciptaan manusia yang pertama hingga yang terakhir, penciptaan langit, bumi, beserta isinya, juga ditundukkannya angin, diturunkannya hujan, ditumbuhkan tanaman, serta dikeluarkannya buah-buahan sebagai rezeki bagi para hamba.
Maka tidaklah pantas bagi mereka untuk menyekutukan Dia dengan selain-Nya, apalagi mereka tahu bahwa apa yang mereka sekutukan itu tidak mampu melakukan sedikit pun perbuatan Allah tersebut maupun perbuatan lainnya. Jadi cara yang sesuai fitrah untuk menetapkan tauhid uluhiyah adalah dengan mencari petunjuk melalui tauhid rububiyah.
Sumber:
Asy-Syaikh Khalil Lagi As-Sihli, Al-Fawa'id Al-Jaliyyah fi Tauhid Rabb Al-Bariyyah
Komentar
Posting Komentar