Keutamaan La Ilaha Illallah

1. Kalimat la Ilaha Illallah menjadi sebab penghalang kekalnya di dalam Neraka bagi orang yang pantas untuk memasukinya

Dalam hadits syafaat bahwasanya Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Akan keluar dari Neraka orang yang pernah mengucapkan, "tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi selain Allah" dan di hatinya ada kebaikan walau hanya seberat biji dzarrah." (HR. Bukhari)

2. Sebagai tujuan diciptakannya jin dan manusia

Allah Ta'ala berfirman, "Dan, Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (Adz-Dzariyat [51]: 56)

3. Sebagai tujuan diutusnya para rasul dan diturunkannya Kitab-kitab

Allah Ta'ala berfirman, "Dan, Kamu tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi selain Aku, maka kalian sembahlah Aku." (Al-Anbiya [21]: 25)

4. Kalimat ini adalah kebaikan yang paling utama

Abu Dzar berkata,

Aku pernah berkata, "Wahai Rasulullah, berilah aku nasihat. "Rasulullah bersabda, "Jika kamu melakukan dosa, maka ikutilah ia dengan perbuatan baik yang akan menghapusnya." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kalimat la Ilaha Illallah termasuk kebaikan?" Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Bahkan ia adalah kebaikan yang paling utama." (HR. Ahmad)

5. Ia adalah sebaik-baik dzikir kepada Allah 'azza wajalla

Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, "Kalimat paling baik yang aku ucapkan dan juga diucapkan oleh para nabi sebelumku adalah, "Tidak ada Ilah yang berhak untuk diibadahi selain Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya seluruh kekuasaan, milik-Nya segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Shahih Al-Jami')

6. Amalan paling berat dan Mizan (timbangan amal di akhirat)

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam,

"Bahwasanya Nuh 'alaihis sall berkata kepada anaknya ketika maut hendak menjemputnya, "Aku memerintahkan kamu agar mengucapkan la ilaha illallah, karena langit yang tujuh lapis dan bumi yang tujuh lapis yang seandainya diletakkan pada satu timbangan, lalu kalimat la Ilaha Illallah diletakkan pada timbangan yang lain, niscaya yang bergerak turun adalah timbangan yang diletakkan padanya la Ilaha Illallah. Seandainya langit yang tujuh lapis dan bumi yang tujuh lapis disatukan untuk membentuk satu lingkaran, niscaya akan dipatahkan oleh kalimat la Ilaha Illallah." (Musnad Abd bin Humaid) 

Dalam hadits Shahih Al-Bithaqah (pemilik kartu amal), Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla akan membebaskan seseorang dari umatku di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat. Lalu dibukakan kepadanya sembilanpuluh sembilan catatan amal. Setiap catatan sejauh mata memandang. Allah berfirman : ‘Apakah ada yang engkau ingkari dari semua hal ini ?. Apakah pencatatan-Ku (malaikat) itu telah mendhalimimu ?’. Orang itu berkata : ‘Tidak, wahai Tuhanku’. Allah berfirman : ‘Apakah engkau mempunyai ‘udzur/alasan atau mempunyai kebaikan ?’. Orang itu pun tercengang dan berkata : ‘Tidak wahai Rabb’. Allah berfirman : ‘Bahkan engkau di sisi kami mempunyai satu kebaikan’. Tidak ada kedhaliman terhadapmu pada hari ini’. Lalu dikeluarkanlah padanya sebuah kartu (bithaqah) yang tertulis : Asyhadu an Laa ilaaha illallaah wa anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluh (aku bersaksi bahwasannya tidak ada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya). Allah berfirman : ‘Perlihatkan kepadanya’. Orang itu berkata : ‘Wahai Rabb, apalah artinya kartu ini dengan seluruh catatan amal kejelekan ini ?’. Dikatakan : ‘Sesungguhnya engkau tidak akan didhalimi”. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Lalu diletakkanlah catatan-catatan amal kejelekan itu di satu daun timbangan. Ternyata catatan-catatan itu ringan dan kartu itulah yang jauh lebih berat. Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat daripada nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (HR. Ahmad)

7. Cabang keimanan yang tertinggi

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Iman itu mempunyai lebih dari tujuh puluh tiga atau atau lebih dari enam puluh tiga cabang dan cabang ang paling utama adalah perkataan Lâ ilâha illallâh." (HR. Muslim)

8. Salah satu sebab terbebas dari kesusahan

Salah satu keutamaan kalimat la Ilaha Illallah adalah menjadi sebab terbesar bagi terbebasnya kesusahan dunia dan akhirat. Demikianlah keadaan Nabi Yunus 'alaihis sallam ketika berada di dalam perut ikan paus, "Maka dia pun berdoa di dalam keadaan yang sangat gelap, ”Bahwa tidak ada ilah yang berkah untuk diibadahi selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sesungguhnya, aku  termasuk orang-orang yang zalim." (Al-Anbiya' [21]: 87)


Sumber:

Asy-Syaikh Khalil Lagi As-Sihli, Al-Fawa'id Al-Jaliyyah fi Tauhid Rabb Al-Bariyyah

Komentar