Manfaat Tauhid

1. Tauhid yang murni akan membuahkan keamanan yang sempurna di dunia dan akhirat.

Firman Allah,

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kezhaliman (syirik), maka mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-An'am [6]: 82)

2. Dengan tauhid, Allah akan mengampuni dosa-dosa dan menghapus kesalahan-kesalahan.

Dalam sebuah hadits Qudsi dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu dan dia memarfu'kannya, disebutkan,

"Dan, barangsiapa menemui-Ku dengan membawa doa sepenuh bumi tanpa menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun, maka Aku akan menemuinya dengan ampunan sebesar itu pula." (HR. Muslim)

3. Tauhid akan memasukkan pelakunya ke dalam Surga.

Dari Ubadah radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa berkata, "Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah sendirian yang tidak ada sekutu bagi-Nya, bahwa Muhammad adalah hamba-Nya sekaligus utusan-Nya yang diciptakan dengan kalimat-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam dengan tiupan ruh dari-Nya, dan bahwa Surga dan Neraka itu haq, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Surga sesuai amalan yang dia kerjaka." (HR. Muslim)

Dalam hadits Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Barangsiapa mati tanpa menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, maka dia akan masuk Surga." (HR. Muslim)

4. Tauhid akan mencegah dari dimasukkan ke dalam Neraka secara pasti jika ia sempurna di dalam hati.

Dalam hadits Itban radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, "Sesungguhnya Allah mengharamkan (memasuki) Neraka bagi orang yang mengucapkan la ilaha illallah demi mencari ridha Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Tauhid merupakan sebab paling utama untuk memperoleh syafaat dari Rasulullah Al-Musthafa shallallahu 'alaihi wa sallam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwasanya dia berkata,

"Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling beruntung dengan syafaatmu kelak di Hari Kiamat? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Aku tahu wahai Abu Hurairah, tidak ada seorang pun yang bertanya kepadaku tentang hal itu lebih dulu darimu, karena aku lihat semangatmu terhadap hadits. Manusia yang paling beruntung dengan syafaatku kelak pada Hari Kiamat adalah yang berkata, "la ilaha illallah (tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah)" secara tulus dari hati atau jiwanya." (HR. Bukhari)


Sumber:

Asy-Syaikh Khalil Lagi As-Sihli, Al-Fawa'id Al-Jaliyyah fi Tauhid Rabb Al-Bariyyah

Komentar