Tauhid

Tauhid adalah mengesankan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kekhususan-kekhususan-Nya, baik dalam Rububiyah, Uluhiyah, Asma' wa Shifat.

Allah Ta'ala berfirman,

"Rabb (yang menguasai) langit dan bumi serta apa-apa yang berada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seseorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?" (Maryam [19]: 65)

Pembagian Tauhid

Tauhid terbagi menjadi tiga, yaitu:

1. Tauhid Rububiyah

Yaitu mengesankan Allah 'Azza wajalla sebagai Pencipta, Penguasa, dan Pengatur alam semesta.

Allah Ta'ala berfirman,

"Padahal Allah-lah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat itu." (Ash-Shaffat [37]: 96)

"Dan, kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembalinya (semua makhluk)." (An-Nur [24]: 42)

"Katakanlah, "Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?' Tentu mereka akan menjawab, "Allah. 'Maka katakanlah, "Mengapa kalian tidak bertakwa kepada-Nya?" (Yang demikian) itulah Allah Rabb kalian yang sebenarnya. Sehingga tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan. Lalu bagaimanakah kalian bisa dipalingkan (dari kebenaran)?" (Yunus [10]: 31-32)

2. Tauhid Uluhiyah

Yaitu mengesankan Allah dalam ibadah.

Allah Ta'ala berfirman,

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (Adz-Dzariyat [51]: 56)

"Dan Kami telah mengutus seorang rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerahkan), "Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut." (An-Nahl [16]: 36)

Dari Mu'adz radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Hak Allah atas para hamba adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Tauhid Al-Asma' wa Ash-Shifat

Yaitu menetapkan nama-nama dan sifat-sifat yang telah ditetapkan oleh Allah bagi diri-Nya sendiri, serta menafikan sifat-sifat yang Dia nafikan dari-Nya dengan tanpa ta'thil (pengingkara), takyif (menanyakan gambarannya), tamtsil (menyerupakan dengan sifat makhluk), maupun tahtif (memalingkan makna).

Allah Ta'ala berfirman,

"Hanya milik Allah Al-Asmaul Husna, maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (Al-A'raf [7]: 180)

"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat." (Asy-Syura [42]: 11)

"Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (Al-Ikhlas [112]: 4)


Sumber:

Asy-Syaikh Khalil Lagi As-Sihli, Al-Fawa'id Al-Jaliyyah fi Tauhid Rabb Al-Bariyyah

Komentar