Berlebih-lebihan dalam Menyikapi Orang-orang Shalih

Dalam Ash-Shahih dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu tentang firman Allah, "Dan mereka berkata, "Jangan sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kalian, jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa', Yaghuts, dan Nasr'" (Nuh: 23) Dia berkata, "Ini semua adalah nama-nama shalih di kalangan kaum Nabi Nuh. Kemudian tatkala mereka telah meninggal dunia, setan membisikkan kepada kaum mereka agar membuat patung-patung di tempat-tempat perkumpulan, lalu menamakan patung itu dengan nama orang-orang shalih. Ternyata mereka melakukannya, dan pada saat itu patung tersebut tidak disembah. Hingga ketika yang membuat patung telah lama mati dan ilmu tiada, maka berhala-berhala itu disembah."

Beberapa orang salaf berkata, "Ketika orang-orang shalih itu meninggal dunia, kaumnya 'menepi' di kuburan mereka, kemudian mereka membuat berhala-berhala untiuk orang-orang shalih itu. Setelah sekian lama waktu berselang, keturunan mereka menyembah berhala-berhala tersebut.

Dari Umar radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah kalian memujiku secara berlebihan sebagaimana orang-orang Nasrani memuji Isa bin Maryam secara berlebihan, karena aku ini hanyalah hamba-Nya. Katakan saja, "Hamba Allah dan Rasul-Nya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Umar radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jauhilah oleh kalian bersikap ghuluw (berlebih-lebihan), karena orang-orang sebelum kalian binasa karena sikap ghuluw dalam agama." (HR. Ahmad)


Sumber: Al-Fawa'id Al-Jahiliyyah fi Tauhid Rabb Al-Bariyyah, Asy-Syaikh Khalil Lafi As-Sihli

Komentar