Sedikitnya Rasa Takut dari Berbuat Syirik

Allah Ta'ala berfirman menceritakan tentang perkataan Ibrahim Al-Khalil 'alaihis sallam, "Dan, jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala." (Ibrahim: 35)

Ibrahim At-Taimi berkata, "Siapakah orang yang merasa aman dari cobaan setelah Ibrahim?"

Jika Ibrahim Al-Khalil-padahal dia adalah imamnya orang-orang yang lurus, dimana Allah telah menjadikannya sebagai imam, dan mengujinya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu dia menunaikannya. Allah berfirman tentang dia, "Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji." (An-Najm: 37). Allah juga memerintahkan agar dia menyembelih putranya, lantas dia juga telah menghancurkan berhala-berhala dan begitu kuat pengingkaran terhadap orang-orang musyrik, demikian pula dia tetap khawatir jika terjerumus ke dalam kesyirikan, yaitu menyembah berhala. Hal ini karena dia tahu bahwa yang memalingkannya dari kesyirikan itu tiada lain hanyalah Allah, melalui hidayah dan taufik-Nya, bukan dengan daya dan kekuatannya sendiri.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Hal yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik asghar (syirik kecil)." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah syirik Ashghar itu? Rasulullah menjawab, "Riya'". (HR. Ahmad).

Jika syirik kecil saja begitu dikhawatirkan oleh Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menimpa para sahabat beliau, padahal mereka adalah orang-orang yang telah bertauhid kepada Allah dalam beribadah, bersungguh-sungguh mendekat kepada-Nya, dan menjalankan perkara yang Dia perintahkan berupa ketaatan kepada-Nya. Lalu mereka berhijrah dan berjihad memerangi orang yang kafir kepada-Nya. Mereka juga mengetahui apa yang diseruhka  oleh nabi mereka dan ajaran yang diturunkan oleh Allah dalam kitab-Nya berupa keikhlasan dan berlepas diri dari kesyirikan. 

Lantas bagaimana mungkin orang yang tidak memiliki keterkaitan ilmu dan amal dengan para sahabat tidak takut terhadap dosa yang lebih besar daripada riya'?!

Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam juga telah mengabarkan tentang sebagian umatnya yang akan terjerumus ke dalam syirik akbar dengan sabda beliau dalam hadits Tsauban berikut: "Tidak akan terjadi Kiamat hingga sebagian dari umatku menjadi musyrik, dan hingga sebagian dari umatku menyembah berhala." (HR. Abu Dawud)

Apa yang diberitakan oleh Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam tersebut telah terjadi, dan musibah ini sudah muncul di sebagian besar penjuru, bahkan mereka  menjadikannya sebagai agama. Padahal sudah begitu jelas ayat-ayat yang muhkamat dan hadits shahih yang melarang, serta memberikan rasa takit bagi pelakunya. Misalnya firman Allah Ta'ala,

"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka." (Al-Maidah: 72)

"Maka jauhilah oleh kalian berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia " (Al-Hajj: 30-31).


(Asy-Syaikh Khalil Lafi As-Sihli, Al-Fawa'id Al-Jahiliyyah fi Tauhid Rabb Al-Bariyyah)

Komentar