Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Berlebih-lebihan dalam Menyikapi Orang-orang Shalih

Dalam Ash-Shahih dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu tentang firman Allah, "Dan mereka berkata, "Jangan sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kalian, jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa', Yaghuts, dan Nasr'" (Nuh: 23) Dia berkata, "Ini semua adalah nama-nama shalih di kalangan kaum Nabi Nuh. Kemudian tatkala mereka telah meninggal dunia, setan membisikkan kepada kaum mereka agar membuat patung-patung di tempat-tempat perkumpulan, lalu menamakan patung itu dengan nama orang-orang shalih. Ternyata mereka melakukannya, dan pada saat itu patung tersebut tidak disembah. Hingga ketika yang membuat patung telah lama mati dan ilmu tiada, maka berhala-berhala itu disembah." Beberapa orang salaf berkata, "Ketika orang-orang shalih itu meninggal dunia, kaumnya 'menepi' di kuburan mereka, kemudian mereka membuat berhala-berhala untiuk orang-orang shalih itu. Setelah sekian lama wak...

Menghindari celaan

Di antara manusia ada yang melakukan ketaatan untuk menghindari celaan manusia. Misalnya orang yang berperang agar tidak dikatakan sebagai pengecut. Yang harus dia lakukan adalah menghindari celaan Allah, karena setiap yang dicela Allah pasti buruk. (Asy-Syaikh Khalil Lafi As-Sihli, Al-Fawa'id Al-Jahiliyyah fi Tauhid Rabb Al-Bariyyah)

Menyukai Indahnya Pujian dan Sanjungan Manusia

Di antara manusia ada yang melakukan ketaatan untuk memperoleh pujian dan sanjungan manusia. Misalnya orang yang berperang dengan tujuan agar dikatakan sebagai pemberani. Adapun orang yang berakal, tentu dia lebih menginginkan pujian Allah, karena setiap yang dipuji Allah pasti baik. (Asy-Syaikh Khalil Lafi As-Sihli, Al-Fawa'id Al-Jahiliyyah fi Tauhid Rabb Al-Bariyyah)

Sedikitnya Rasa Takut dari Berbuat Syirik

Allah Ta'ala berfirman menceritakan tentang perkataan Ibrahim Al-Khalil 'alaihis sallam, "Dan, jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala." (Ibrahim: 35) Ibrahim At-Taimi berkata, "Siapakah orang yang merasa aman dari cobaan setelah Ibrahim?" Jika Ibrahim Al-Khalil-padahal dia adalah imamnya orang-orang yang lurus, dimana Allah telah menjadikannya sebagai imam, dan mengujinya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu dia menunaikannya. Allah berfirman tentang dia, "Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji." (An-Najm: 37). Allah juga memerintahkan agar dia menyembelih putranya, lantas dia juga telah menghancurkan berhala-berhala dan begitu kuat pengingkaran terhadap orang-orang musyrik, demikian pula dia tetap khawatir jika terjerumus ke dalam kesyirikan, yaitu menyembah berhala. Hal ini karena dia tahu bahwa yang memalingkannya dari kesyirikan itu tiada lain hanyalah Allah, melalui hidayah da...

Kebodohan Terhadap Hakikat Syirik dan Akibat-akibatnya

Dari Abu Waqid Al-Laitsi radhiyallahu 'anhu, dia berkata,  "Kami keluar bersama Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menuju Hunain saat kami baru saja meninggalkan kekafiran. Orang-orang musyrik memiliki pohon bidara dimana mereka ber-i'tikaf di sekitarnya dan mereka juga menggantungkan senjatanya yang disebut dengan dzatu anwath. Kami lantas melintasi sebuah pohon bidara lainnya, lalu kami berkata, "Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami dzatu anwath juga sebagaimana dzatu anwath miliki mereka ...." Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Allah Maha besar, itulah tradisi. Demi Dzat Yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian telah berkata sebagaimana Bani Israil berkata kepada Musa 'alaihis sallam, "Buatkan bagi kami berhala sebagaimana berhala-berhala kepunyaan mereka." Musa menjawab, " Kamu ini kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Rabb)." (Al-A'raf: 138) Kalian akan melakukan perilaku orang-orang sebelum kalian....

Bahaya Syirik

1. Syirik menjadi sebab tersesatnya seorang hamba di dunia dan akhirat. Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala, "Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka dia telah tersesat sejauh-jauhnya." (An-Nisa' [4]: 116) 2. Syirik Akbar menghapus seluruh amalan kebaikan. Allah Ta'ala berfirman, "Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (Al-An'am [6]: 88) "Dan telah diwahyukan kepadaku dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, "jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (Az-Zumar [39]: 65) 3. Syirik Akbar menjadi sebab kekal di neraka dan terhalang dari masuk surga Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan baginya Surga, dan tempatnya di Neraka, tidak ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun....

Macam-Macam Syirik Asghar (Syirik Kecil)

Syirik Asghar ada dua macam, yaitu: 1. Syirik khafi (tersembunyi), misalnya sedikit riya'. 2. Syirik zhahir, baik yang berupa perkataan maupun perbuatan. Dalam bentuk perkataan misalnya ucapan, 'Masya Alloh  wa syi'ta (apa yang dikehendaki Allah dan kamu)'. Sedangkan yang berupa perbuatan misalnya memakai kalung, benang, atau sejenisnya untuk menghilangkan dan menolak bala'. Syirik Asghar bisa berubah menjadi syirik Akbar, tergantung apa yang diyakini oleh hati seseorang. Misalnya, bersumpah dengan selain Allah termasuk syirik Asghar, tetapi jika pelakunya meyakini bahwa yang dijadikan sumpah itu kedudukannya menyamai Allah, maka yang seperti ini termasuk syirik Akbar. (Asy-Syaikh Khalil Lafi As-Sihli, Al-Fawa'id Al-Jahiliyyah fi Tauhid Rabb Al-Bariyyah)

Status Musyrik

Setiap orang yang menyembah selain Allah, maka statusnya musyrik bagaimana pun keadaan yang disembah. Hal ini karena Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam muncul di tengah manusia yang bermacam-macam dalam peribadahannya. Di antara mereka ada yang menyembah malaikat, ada pula para nabi, dan orang-orang shalih.  Ada juga yang menyembah batu dan pepohonan, dan ada pula yang menyembah matahari, dan bulan. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam memerangi mereka semuanya dan tidak membeda-bedakan di antara mereka. Allah Ta'ala berfirman, "Dan, perangilah mereka, supaya tidak ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah." (Al-Anfal [8]: 39) Adapun dalil yang berkenan dengan (larangan menyembah) matahari dan bulan adalah firman Allah Ta'ala, "Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kalian menyembah matahari maupun bulan, tetapi sembahlah Allah yang menciptakannya, jika kalian memang hanya menyembah-Nya....

Keadaan Orang yang Menyembah Selain Allah

Orang yang menyembah selain Allah dan mengira bahwa dia tidak menyembah mereka maka statusnya tidak akan terlepas dari tiga keadaan: Pertama, dia bodoh terhadap hakikat ibadah. Dalam keadaan seperti ini, hendaknya dijelaskan kepadanya hakikat ibadah. Pada intinya, orang yang melakukan sebagian ibadah kepada selain Allah berarti telah berbuat syirik kepada Allah. Kedua, dia menafsirkan ibadah dengan tafsiran yang salah. Dalam kondisi seperti ini hendaknya dijelaskan kepadanya makna ibadah yang benar. Pada intinya, dia tidak boleh melakukan ibadah kepada selain Allah. Ketiga, dia mengetahui hakikat ibadah dan juga mengetahui bahwa melakukan ibadahnya kepada selain Allah merupakan bentuk kesyirikan, tetapi dia terus nekat melakukannya. Orang seperti ini termasuk pendurhaka dan sombong, tidak akan bermanfaat baginya ayat-ayat maupun peringatan. (Asy-Syaikh Khalil Lafi As-Sihli, Al-Fawa'id Al-Jahiliyyah fi Tauhid Rabb Al-Bariyyah)

Tanda-Tanda Diterimanya Ibadah

Di antara tanda-tanda diterimanya ibadah adalah: 1. Mendapatkan petunjuk untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat dan amal shaleh Allah Ta'ala berfirman, "Dan, orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasannya ketakwaannya." (Muhammad [147]: 17) Allah menyebutkan bahwa bagi orang-orang yang mau menerima petunjuk akan mendapatkan dua balasan, ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. 2. Kemudahan dalam urusan Allah Ta'ala berfirman, "Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan, membenarkan adanya pahala yang terbaik (Surga)." (Al-Lail [92]: 5-6) Yakni, Kami mudahkan urusannya dan Kami jadikan mudah baginya untuk melakukan setiap kebaikan, dan mudah pula baginya meninggalkan setiap kejelekan. Karena, dia telah mendatangkan sebab-sebab kemudahan, sehingga Allah pun memudahkan baginya urusannya. 3. Adanya kelapangan di dalam dada dan merasakan kenikmatan setelah melakukan ibadah Allah Ta...

Cara Setan Merusak Ibadah

Setan memiliki lima cara untuk merusak ibadahmu, yakni: 1. Setan dengan sekuat tenaga menggoda engkau agar amalmu untuk selain Allah. Cara mengatasi hal ini adalah dengan mengikhlaskan amal untuk Allah. 2. Setan dengan sekuat tenaga mengodamu agar engkau berbuat bid'ah. Cara mengatasinya adalah dengan meneladani Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam serta mengenali petunjuk beliau, lalu mengamalkannya. 3. Setan dengan sekuat tenaga menggodamu agar engkau lalai. Cara mengatasinya adalah dengan menghadirkan hati dan merasakan makna-makna penghambaan dalam ibadah. 4. Setan dengan sekuat tenaga mengodamu agar engkau berlaku sum'ah dengan ibadahmu. Cara mengatasinya adalah dengan menjadikan ibadahmu sebagai rahasia antara dirimu dengan Allah. 5. Setan dengan sekuat tenaga menggodamu agar engkau merasa ujub dengan ibadahmu. Cara mengatasinya adalah hendaknya engkau mengetahui bahwa perbuatanmu dalam melakukan ibadah itu karena taufik dari Allah, dan hendaknya engkau senantiasa meliha...