Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Syarat Ibadah

Syarat ibadah ada dua, yaitu ikhlas dan mutaba'ah (meneladani Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam. Allah Ta'ala berfirman, "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapakah di antara kalian yang lebih baik amalannya. Dan, Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun."  Fudhail bin Iyad rahimahullah berkata, "Yaitu yang paling ikhlas dan paling shawab (benar)."  Orang-orang bertanya, "Wahai Abu Ali, apa yang dimaksud dengan yang paling ikhlas dan shawab?  Dia menjawab, "Amalan jika hanya ikhlas saja tetapi tidak shawab, maka ia tidak akan diterima. Lalu jika amalan hanya shawab saja tetapi tidak ikhlas, juga tidak diterima hingga amalan tersebut ikhlas dan shawab. Ikhlas adalah apa yang dilakukan untuk Allah, sedangkan shawab adalah berada di atas sunnah". (I'lam Al-Muwaqqi'in) Sumber: Asy-Syaikh Khalil Lafi As-Sihli, Al-Fawa'id Al-Jahiliyyah fi Tauhid Rabb Al-Bariyyah

Rukun Ibadah

Ibadah memiliki tiga rukun, yakni hubb (kecintaan), raja' (pengharapan), dan khauf (rasa takut). Sebagian salaf berkata, "Ketahuilah bahwa penggerak hati menuju ke Allah 'azza wa jalla itu ada tiga, yakni muhabbah (cinta), khauf (takut), dan raja' (harap). Yang paling kuat di antara ketiganya adalah mahabbah.  Cinta itulah tujuan yang sebenarnya, karena ia diharapkan terus ada di dunia dan akhirat. Berbeda dengan takut, karena kelak, takut akan hilang di akhirat. Rasa takut yang dikehendaki adalah rasa takut yang mampu menahan dan mencegah agar hamba tidak keluar dari jalan kebenaran. Rasa cinta akan menjaga seorang hamba dalam perjalanannya menuju Dzat yang dicintainya. Perjalanan menuju Dzat yang dia cintai akan tergantung pada lemah dan kuatnya rasa cinta. Rasa takutlah yang mencegahnya melenceng dari jalan yang seharusnya, dan rasa harap menuntunnya. Inilah kaida penting yang harus diperhatikan oleh setiap hamba, karena peribadahan tidak akan berhasil tanpanya. Set...

Hukum Ibadah

Ibadah merupakan kewajiban atas setiap mukallaf hingga hilangnya beban taklif darinya karena adanya salah satu penghalang. Allah Ta'ala berfirman, "Dan, sembahlah Rabb-mu sampai kematian mendatangimu." (Al-Hijr [15]: 99) Sebagian ulama berkata, "Seorang hamba tidak akan terlepas dari peribadatan selama ia masih di Darut Taklif (kehidupan Dunia).  Bahkan dia juga tetap harus melakukan peribadatan lainnya di alam Barzakh, yakni ketika ditanya oleh dua malaikat, "Siapakah yang dia sembah? Apa pendapatmu tentang Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam?" Saat keduanya meminta jawaban darinya. Dia juga harus melakukan peribadahan lainnya pada Hari Kiamat, yaitu ketika Allah menyeru kepada seluruh makhluk agar bersujud, sedangkan orang kafir dan orang-orang munafik tidak mampu bersujud. Kemudian saat mereka memasuki Daruts Tsawab wal-Iqab (negeri pembalasan pahala dan siksa), barulah terhenti beban taklif di sana. Peribadahannya orang-orang yang diberi pahala ...

Makna Ibadah

Ibadah mempunyai dua makna, yaitu: 1. At-Ta"abbud, yakni ketundukan kepada Allah terhadap apa pun yang Dia syariatkan sebagai bentuk kecintaan dan pengagungan kepada-Nya. 2. Al-Muta'abbad bihi, yakni istilah yang mencakup semua yang dicintai oleh Allah dan yang diridhai, baik berupa perkataan maupun perbuatan yang zhahir maupun batin. Shalat misalnya. Maka orang yang melaksanakan shalat pada hakikatnya dia tunduk kepada Allah dengan melakukan shalat sebagai bentuk kecintaan dan pengagungan, inilah makna yang pertama. Dan, shalat merupakan amalan zhahir yang dicintai Allah, inilah makna yang kedua. Sumber: Asy-Syaikh Khalil Lafi As-Sihli, Al-Fawa'id Al-Jahiliyyah fi Tauhid Rabb Al-Bariyyah

Beda Lisan dan Perbuatan

Ada orang yang mengucapkan la Ilaha Illallah, lalu dia keluar dari Islam karena melakukan salah satu pembatal keislaman ===== Tidak ada perbedaan di kalangan ulama bahwa jika seseorang yang membenarkan sebagian ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan mendustkan sebagian ajaran beliau yang lain, sebenarnya dia masih kafir dan belum masuk ke dalam Islam.  Demikian pula jika dia mengimani sebagian Al-Quran dan mendustakan sebagian lainnya, misalnya orang yang mengakui tauhid tetapi mengingkari wajibnya shalat, atau mengakui tauhid dan shalat tetapi mengingkari wajibnya zakat atau mengakui semua itu tetapi mengingkari wajibnya puasa, atau juga mengakui semua hal tersebut tetapi mengingkari wajibnya haji (bagi yang mampu). Tatkala orang-orang pada zaman Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam tidak tunduk melaksanakan haji, maka Allah pun menurunkan ayat tentang kewajiban mereka itu di dalam firman-Nya,  "Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanaka...

Keutamaan La Ilaha Illallah

1. Kalimat la Ilaha Illallah menjadi sebab penghalang kekalnya di dalam Neraka bagi orang yang pantas untuk memasukinya Dalam hadits syafaat bahwasanya Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Akan keluar dari Neraka orang yang pernah mengucapkan, "tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi selain Allah" dan di hatinya ada kebaikan walau hanya seberat biji dzarrah." (HR. Bukhari) 2. Sebagai tujuan diciptakannya jin dan manusia Allah Ta'ala berfirman, "Dan, Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (Adz-Dzariyat [51]: 56) 3. Sebagai tujuan diutusnya para rasul dan diturunkannya Kitab-kitab Allah Ta'ala berfirman, "Dan, Kamu tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi selain Aku, maka kalian sembahlah Aku." (Al-Anbiya [21]: 25) 4. Kalimat ini adalah kebaikan yang paling utama Abu Dzar berkata, Aku...

Syarat La Ilaha Illallah

1. Ilmu: yaitu mengetahui makna yang dikehendaki darinya, baik penafian maupun penetapan. Ilmu di sini adalah pengetahuan yang menafikan kebodohan tentang hal itu. Allah Ta'ala berfirman, "Maka ketahuilah bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan, Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggal kamu." (Muhammad [47]: 19) Dari Utsman radhiyallahu 'anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa mati dalam keadaan mengetahui (dengan yakin) bahwa tidak ada yang haq selain Allah maka dia masuk Surga." (HR. Muslim) 2. Yakin, yakni keyakinan yang menafikan keraguan. Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya kaum mukmin itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah...

Makna La ilaha Illallah

Makna Makna La ilaha Illallah adalah tidak ada yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah. Allah Ta'ala berfirman, "Demikian karena Allah itulah Al-Haq dan apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil." (Luqman [31]: 30) "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sesembahan-sesembahan selain Allah yang tidak dapat memperkenankan (doa)nya sampai Hari Kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?" (Al-Ahqaf [46]: 5) Kalimat tauhid La Ilaha Illallah mempunyai dua rukun, yaitu: 1. Nafyu (peniadaan): yaitu menafikan hak uluhiyah dari selain Allah. 2. Itsbat (penetapan): yaitu menetapkan hak uluhiyah bagi Allah azza wa jalla saja. Allah Ta'ala berfirman, "Karena itu barang siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak putus. Dan, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah [2]: 256) Sumber: Asy-Syaikh Khalil Lagi As-S...

Hubungan Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah

Orang yang mengesankan Allah secara rububiyah namun tidak mengesakan-Nya secara uluhiyah, maka dianggap belum menjadi orang yang bertauhid sampai dia mengesakan-Nya secara uluhiyah Orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, mereka juga mengakui bahwa Allah Ta'ala adalah Pencipta dan Pengatur alam semesta. Akan tetapi hal itu tidak lantas memasukkan mereka ke dalam Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala, "Katakanlah, "Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Tentu, mereka akan menjawab, "Allah." Maka katakanlah, 'Mengapa kalian tidak bertakwa kepada-Nya" (Yunus [10]: 31) Orang yang mengakui tauhid rububiyah, maka dia juga harus mengakui tauhid uluhiyah Allah Ta'ala berfi...

Manfaat Tauhid

1. Tauhid yang murni akan membuahkan keamanan yang sempurna di dunia dan akhirat. Firman Allah, "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kezhaliman (syirik), maka mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-An'am [6]: 82) 2. Dengan tauhid, Allah akan mengampuni dosa-dosa dan menghapus kesalahan-kesalahan. Dalam sebuah hadits Qudsi dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu dan dia memarfu'kannya, disebutkan, "Dan, barangsiapa menemui-Ku dengan membawa doa sepenuh bumi tanpa menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun, maka Aku akan menemuinya dengan ampunan sebesar itu pula." (HR. Muslim) 3. Tauhid akan memasukkan pelakunya ke dalam Surga. Dari Ubadah radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa berkata, "Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah sendirian yang tidak ada sekutu bagi-Ny...

Kewajban Pertama Bagi Seorang Hamba

Allah Ta'ala berfirman, "Maka ketahuilah bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang orang Mukmin, laki-laki dan perempuan, dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal." (Muhammad [47]: 19) "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut. Maka di antara itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesusahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)." (An-Nahl [16]: 36) Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus Mu'adz ke Yaman, beliau bersabda, "Kamu akan menghadapi kaum dari kalangan Ahli Kitab, maka hendaknya yang kamu serukan pertama kali kepada mereka ...

Tauhid

Tauhid adalah mengesankan Allah subhanahu wa ta'ala dengan kekhususan-kekhususan-Nya, baik dalam Rububiyah, Uluhiyah, Asma' wa Shifat. Allah Ta'ala berfirman, "Rabb (yang menguasai) langit dan bumi serta apa-apa yang berada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seseorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?" (Maryam [19]: 65) Pembagian Tauhid Tauhid terbagi menjadi tiga, yaitu: 1. Tauhid Rububiyah Yaitu mengesankan Allah 'Azza wajalla sebagai Pencipta, Penguasa, dan Pengatur alam semesta. Allah Ta'ala berfirman, "Padahal Allah-lah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat itu." (Ash-Shaffat [37]: 96) "Dan, kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembalinya (semua makhluk)." (An-Nur [24]: 42) "Katakanlah, "Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) p...